Ketahui Eksistensi NFT Dalam Crypto Beserta Cara Kerjanya

Advertisement

Advertisement

Kehadiran NFT dalam crypto memberikan pengaruh besar bagi dunia investasi. Hal ini dibuktikan dengan penjualan NFT yang terus meningkat setiap harinya. Hal ini juga terbukti dari capaian NFT yang berada pada angka US$ 10,7 miliar atau nilai tersebut setara dengan Rp. 142 triliun, Jika dilihat dari kuartal III yang dimilikinya.

NFT Dalam Crypto

Mengenal NFT dalam crypto

NFT merupakan singkatan dari kata non fungible token, namun apa itu NFT dalam crypto? Dalam kehadirannya, NFT dikenal sebagai aset digital dan juga menjadi bukti dari kepemilikan. Aset tersebut kemudian diperjual belikan dengan menggunakan uang kripto, karena itulah ia dinyatakan sebagai bagian dari crypto.

Beberapa bentuk aset digital yang termasuk dalam NFT dan tentunya dapat diperjual belikan adalah karya seni, seperti halnya hasil digital berupa musik, video klip, lukisan atau gambar dan lainnya. Namun semua karya tersebut tentunya harus tersedia dalam format digital, seperti halnya png, jpg, mp4 dan lainnya. 

Sama halnya dengan cryptocurrency, NFT juga menggunakan teknologi yang dinamakan blockchain. Namun meskipun menggunakan teknologi yang sama, NFT justru bukan termasuk mata uang. karena itulah ia tidak dapat ditukarkan. Tidak heran jika kemudian ia pun dikenal sebagai token yang unik , tidak dapat diduplikasi dan juga diganti dengan lainnya.

Cara kerja dari NFT crypto

Sebelum mencari informasi tentang cara mendapatkan NFT, patut untuk Anda ketahui bahwa kehadiran NFT termasuk dalam bagian dari blockchain. Karena itulah saat pembelian pun tentunya Anda harus menggunakan mata uang kripto. Itu sebabnya ia disebut sebagai NFT crypto.

Merujuk pada hal tersebut, dapat diartikan bahwa NFT crypto adalah  aset yang dapat pembeli verifikasi melalui blockchain, yang mana pemilik akan berperan sebagai pemilik tunggal atas aset digital tersebut. Selain itu, tidak ada seorang pun yang dapat membatalkan kepemilikan atas NFT itu sendiri, baik itu dengan cara membuat ulang atau bahkan membuat yang sama persis.

NFT juga dikatakan sebagai kartu koleksi yang unik dan keberadaannya dapat dilihat oleh siapa saja. Namun untuk kepemilikannya hanya dapat dimiliki oleh satu orang dalam satu waktu tertentu. Itu sebabnya non fungible menjadi kepanjangan NFT crypto. Karena meskipun dapat direproduksi, ia tetap hadir dengan token unik dan hal tersebut juga dibuktikan melalui pembelian yang terjadi di dalam blockchain.

Seperti halnya twit yang dibuat oleh CEO twitter yang kemudian dijadikan sebagai aset digital NFT. Dalam hal ini, siapapun dapat melakukan hal serupa dengannya, yaitu menangkap layar dan juga menyimpan tweet dalam bentuk gambar. Akan tetapi, hanya pemiliknya saja yang dapat menjadikannya sebagai NFT.

Untuk cara kerja dari NFT agar ia dapat diperjualbelikan, tentunya harus melalui proses minting terlebih dahulu. Minting sendiri dikenal sebagai proses yang dapat mengubah file digital menjadi koleksi kripto dan nantinya dapat digunakan sebagai aset digital dalam blockchain. Untuk melakukan proses itu sendiri, tentunya Anda membutuhkan bantuan dari marketplace yaitu pihak ketiga atau dikenal pula sebagai agen minting.