HANCURNYA NEGERI ANTIOKHIA KARENA TERIAKAN JIBRIL

Advertisement

Advertisement

 

Kisah ini yang disebut oleh para ulama sebagai kisah ashabul qoryah.

Qoryah itu berarti sebuah desa atau daerah, dan yang dimaksud qoriyah dalam kisah ini menurut para ahli tafsir adalah Antiokhia. Daerah Antiokhia adalah daerah yang pernah diserang oleh kaum muslim karena jeritan seorang wanita.

kalau kita mendengar daerah yang disebut dengan antiokhia kita ingat dengan kisah imam Ahmad Ibnu Anbal yang mana ketika Imam Ahmad dipenjara oleh khalifah Mu’tashim selama 30 bulan. dan mendapat siksaan yang luar biasa, bahkan teman – teman ulama, selevel Imam Ahmad banyak yang terbunuh. salah satunya Muhammad ibn Nuh dan sebagian besar dipenjara, karena ketika itu 3 kurun kekuasaan berturut- turut, sejak khalifah Al Makmun.

Khalifah Makmun meninggal berganti mu’tashim, Mu’tashim meninggal berganti Watsiq, semuanya beraqidah mu’tazilah atau semua bertentangan dengan aqidah ahli sunnah wal jamaah. Namun bukan sejarah Imam ahmad yang ingin diceritakan, melainkan sejarah dari negeri Antiokhia. Daerah anthoqia merupakan daerah yang ditinggali oleh mayoritas orang – orang kafir Romawi.

Suatu ketika ada seorang wanita muslimah yang dilecehkan oleh mereka, hingga wanita itu menjerit – jerit dan mengatakan “waa muta’simaa”, “wahai khalifah Mu’tashim bantulah aku, tolonglah aku” ucap wanita itu. Tentara Romawi hanya menertawakan wanita itu sembari melakukan pelecehan seksual. “Tidak mungkin datang khalifah, karena khalifahmu jauh ada di Baghdad Iraq sana” kata mereka. Kata- kata orang romawi ini terdengar oleh seorang mukmin, seorang muslim yang tinggal disitu. Kemudian pergilah orang muslim itu menuju Baghdad.

Sesampainya di Baghdad langsung dia menemui khalifah Mu’tashim kemudian menceritakan tentang jeritan wanita yang memanggil – manggil dirinya untuk meminta pertolongan. Maka marahlah khalifah Mu’tasim, Kemudian dia keluarkan Imam Ahmad dari penjara, karena takut mati. Karena dia akan menyerang dengan penyerangan besar – besaran yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Kemudian Mu’tashim mengumpulkan pasukan besar, bergerak dari Iraq Baghdad menuju negeri Antiokhia. Akhirnya khalifah Mu’tashim mampu untuk menguasai Antiokhia. Padahal tidak ada niat menyerbunya, hanya karena jeritan wanita dia membawa pasukan besar dan menyerbu Antiokhia dan mengalahkan pasukan Romawi. Inilah negeri Anthoqia yang ada dalam kisah Ashabul Qoryah.

Sebagian para ulama mengatakan, kisah ashabul qoriyah ini terjadi di zaman nabi Isa bin Maryam, ketika ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA mengutus dua rasul untuk berdakwah kepada negeri tersebut karena mereka para penyembah berhala,lalu ditentang oleh mereka. Kemudian ALLAH kirimkan satu rasul lagi jadi ada tiga rasul, kemudian ditentang juga. Akhirnya karena penentangan merekalah menjadikan azab ALLAH datang kepada mereka.

Kisah Kehancuran Kaum Antiokhia

ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman : ” ya muhammad berikanlah kepada mereka perumpamaan, beri tahu kepada orang – orang kafir Quraisy itu. beri tahu kepada Abu Jahl, kepada al walid, kepada umayyah, beri tahu kepada orang – orang dan kepada pembesar Quraisy itu. beri tahu kepada mereka akan perumpamaan Ashabal Qoryah. Nasib sebuah penduduk negeri, ketika datang kepada penduduk negeri tersebut para rasul utusan ALLAH. ketika ALLAH utus kepada penduduk negeri itu dua rasul utusan ALLAH untuk berdakwah. keduanya didustakan, ALLAH utus lagi satu, jadi 3 rasul dan mereka mengatakan para rasul sesungguhnya kami diutus ALLAH untuk mendakwahi kalian”

Disinilah ALLAH memulai dengan kata – kata ” Wahai muhammad berilah permisalan kepada orang – orang kafir Quraisy tentang nasib sebuah penduduk negeri, ketika diutus kepada mereka para rasul. Siapa mereka para rasul ini?. Ada yang mengatakan bahwa para utusan itu diutus oleh nabi Isa supaya para nabi ini datang kenegara Antiokhia itu, tapi ada juga yang mengatakan rasul itu ya dari daerah itu sendiri, muncul dari daerah Antiokhia sendiri, untuk berdakwah kepada negerinya sendiri. Pertama ALLAh utus dua rasul, diutusnya dua rasul itu sebuah nikmat. Nikmat yang sangat besar, karena rasul itu menjelaskan hidayah ALLAH, mengajak manusia kepada kebaikan, mencegah manusia kepada kemungkaran. Kemudian menjelaskan bagaimana jalan kesurga dan jalan ke neraka.

Diutusnya seorang nabi itu nikmat, jangankan nabi, seorang ustadz saja, bisa berdakwah mengajak manusia menyebarkan ilmu itu sebuah nikmat. Karena banyak kemudian daerah – daerah yang tidak diutus ustadz, da’i kepada mereka, maksiatnya merajalela. Maka ketika diutus seseorang da’i itu sebuah nikmat, syukuri nikmat itu jangan kemudian dimusuhi dai’i nya, dimusuhi ustadznya. jangan malah kemudian di usir, hal ini namanya menjadikan nikmat jadi nikmah, satu nya pakai ‘ain satunya pakai qaf. Kalau nikmat kesenangan, kalau nikmah itu kehancuran menjadikan  nikmat sebuah kehancuran. Jadi diutusnya seorang rosul itu sebuah nikmat, tapi lihat balasannya ? Mereka malah mendutakan para rasul itu, kemudian ALLAH melihat bagaimana rasul itu diperlakukan seperti itu. ALLAh utus lagi satu rasul, menjadi 3 rasul di daerah itu.

Tentu semakin banyak da’i, semakin banyak para penyeru kepada kebenaran, harusnya banyak orang yang dapat hidayah, bukan begitu ? Ketika semakin banyak para penyeru kebenaran, harusnya lebih banyak orang yang baik, tapi apa yang terjadi di Antiokhia ?. di Antiokhia sama sekali tidak berpengaruh, sampai – sampai mereka mengatakan para rasul itu. “saya ini utusan ALLAH kepada kalian”.



Baca selanjutnya