Solusi Keuangan Tanpa Riba? Adakah?

Advertisement

Advertisement


 Pinjaman tanpa riba bisa didapatkan dengan menggunakan sistem syariah, yang mana merupakan cara mengatur ekonomi dengan menerapkan hukum dan aturan Islam.

Prinsip syariah ini menerapkan margin transaksi dengan cara melihat hasil keuntungan dari si peminjam. Misalnya, Anda meminjam dana senilai Rp 100 juta untuk pembelian modal usaha, maka pihak peminjam akan mendapatkan dana pengembalian sesuai dengan laba usaha yang Anda peroleh.

Peminjaman dana dengan menerapkan sistem syariah ini akan membuat Anda terhindar dari riba.

Lalu, bagaimana Anda bisa mendapatkan solusi keuangan tanpa riba? Simak penjelasannya berikut ini.

Kredit Tanpa Agunan Syariah

Beberapa jenis layanan dalam perbankan syariah di antaranya adalah Kredit Tanpa Agunan (KTA) syariah. Jika pada KTA konvensional nasabah akan dibebaskan dalam menggunakan dana pinjaman, sementara jika KTA syariah mewajibkan peminjam untuk membuat surat pernyataan terkait dengan peminjaman dana. Hal ini supaya peminjam menggunakan dana yang dipinjamkan sesuai dengan kesepakatan dan tidak melanggar syariat.

Pinjaman syariah online

Anda juga bisa mendapatkan dana pinjaman tanpa riba dengan cara melakukan pinjaman syariah secara online. pinjaman syariah online yang sesuai akan menekankan pinjaman menggunakan sistem ijarah ataupun sistem murabahah.

Sistem murabahah sendiri akan menerapkan akad jual beli, sedangkan sistem ijarah adalah penerapan sistem sewa. Anda bisa memilih pinjaman syariah online yang telah terdaftar di OJK, sehingga akan terhindar dari terjadinya penipuan.

Kartu kredit syariah

Kartu kredit syariah juga bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mengetahui cara mendapatkan modal usaha tanpa riba. Penggunaan kartu kredit syariah sendiri atau yang dikenal juga dengan sebutan syariah card menjadi pilihan masyarakat untuk meminjam uang secara aman dalam Islam.

Adapun pada kartu kredit syariah membebankan biaya administrasi, biaya keterlambatan, dan juga biaya tahunan. Bukan dengan sistem bunga, namun dengan akad ijarah yang mana membuat Anda harus melakukan iuran keanggotaan atas penggunaan kartu kredit yang Anda bayarkan setiap bulannya.

Ada juga akad kafalah dan akad qardh. Penerbit kartu akan menjadi penjamin pemilik pada setiap transaksi yang dilakukan, namun merchant dilakukan oleh pemilik kartu, ini yang disebut akad kafalah. Sementara sistem qardh (akad pinjaman) ini diterapkan pada saat transaksi penarikan tunai.

Pegadaian syariah

Selanjutnya ada pegadaian syariah dimana peminjam akan menggadaikan barang sesuai dengan jumlah pinjaman yang diminta.

Perbedaannya dengan pegadaian konvensional adalah jika pegadaian syariah tidak mengambil keuntungan baik dalam bentuk bunga ataupun dalam bentuk bagi hasil. Uang yang diminta adalah berupa upah untuk pemeliharaan barang yang disampaikan pada awal kesepakatan.

Upah yang diminta sesuai dengan jenis barang serta biaya lainnya dapat meliputi biaya penggantian kehilangan, biaya asuransi, biaya penjagaan, dan juga biaya tempat penyimpanan.