Cara Mendapatkan Dana Bantuan Tanpa Riba, Dijamin Aman!

Advertisement

Advertisement

 


Banyak nasabah sekarang ini sudah paham mengenai hukum riba baik secara agama maupun pemahaman teoritikal. Transaksi keuangan dengan riba dinilai bukan opsi yang terbaik karena terdapat pihak yang dirugikan.  Hal ini membuat sebagian kalangan mulai beralih dalam keuangan syariah salah satunya dalam hal utang piutang, untuk itu sekarang hadir bank syariah menjawab kekhawatiran publik mengenai cara mendapatkan modal usaha tanpa riba. Apa saja lembaga syariah yang bisa membantu Anda mendapatkan dana bantuan tanpa riba? Berikut ulasanya

  1. Perbankan syariah 

Perbankan syariah adalah bank yang menggunakan dasar islam dalam pelayanannya. Seperti peminjaman uang sampai permodalan usaha. Bedanya bank syariah dengan bank konvensional adalah bank syariah tidak menetapkan bunga kepada nasabah, bunga dalam piutang dinilai haram dalam transaksi keuangan/barang dalam islam. Bank syariah menggunakan sistem bagi hasil dimana dari awal sudah disepakati dengan nasabah. Sehingga nasabah mengerti adanya biaya tambahan tersebut untuk apa. Sistem bagi hasil inilah yang menjadi keuntungan pihak bank syariah. 

Selain tidak menetapkan bunga bank, dalam hal permodalan atau investasi tidak semua hal bisa disetujui, karena pihak bank hanya menyetujui permodalan kepada nasabah yang memiliki tujuan usaha sesuai syariat islam. Misalnya nasabah ingin meminjam uang untuk modal membuka usaha bar dan hiburan dengan membuat produk minuman/makanan haram maka nasabah ini bisa ditolak dalam bank syariah karena usahanya tidak sesuai dengan syariat islam.

Di Indonesia dan dunia sudah banyak bank yang menggunakan prinsip syariah dalam pelayanannya. Beberapa bank yang sudah menggunakan prinsip syariah adalah BRI, BNI, dan lainya.

  1. Pegadaian syariah 

Pegadaian syariah adalah jenis lembaga keuangan selain bank yang memberikan pelayanan sesuai syariat islam sehingga bisa memberi dana bantuan tanpa riba. Seperti pegadaian pada umumnya, nasabah pegadaian syariah menggunakan jaminan ketika meminjam uang, jaminan dalam bentuk barang maupun surat/akta yang bernilai. 

Jika pegadaian konvensional menghadirkan bunga dalam pembayaranya maka pegadaian syariah ini memberikan tambahan administrasi dalam perawatan barang yang menjadi jaminan sehingga dalam praktiknya meminjam uang di pegadaian tidak ada riba. Besarnya biaya tambahan administrasi perawatan barang ini tidak boleh berdasarkan besarnya utang namun berdasarkan jenis perawatan barang tersebut seperti penyimpanan, dan asuransi. 

  1. Pinjaman online syariah 

Berbeda dengan pinjaman sebelumnya yang bisa bertransaksi secara langsung, sekarang sudah hadir pinjaman syariah berbasis online. Proses transaksi mudah dengan menggunakan aplikasi online. Beberapa proses peminjaman di pinjaman syariah online ini hampir mirip dengan bank syariah. Akad yang digunakan dalam pinjaman online adalah 

  • Akad murabahah dimana pihak bank membeli barang sesuai yang nasabah inginkan kemudian bank menjual ke nasabah dan nasabah membayar dengan harga lebih tinggi dengan mengetahui harga asli.

  • Akad ijarah wa iqtina dimana ini adalah transaksi waktu sewa. Bank membeli sesuai yang nasabah inginkan kemudian nasabah menyewa dalam waktu yang telah disetujui. Jika sudah mencapai waktu tersebut nasabah bisa membeli/memiliki barang tersebut. Sehingga status sebelumnya adalah menyewa.

Meminjam uang di lembaga keuangan syariah memang salah satu solusi mendapatkan dana bantuan tanpa riba. Hal yang paling utama adalah menggunakan uang sebaik mungkin dari pinjaman tersebut. Sekina ulasan kali ini, semoga berguna!