Pola Fokus Pelanggan yang Baik dan Benar Untuk Mendapati Repeat Order dalam Sebuah Bisnis

Advertisement

Advertisement

Akizaku.com -  Banyak dari perusahaan yang mengalami suatu kerugian bahkan seringkali perusahaan mengalami sebuah kegagalan, karena mereka kurang akan memperhatikan pelanggan serta perubahan dari kebutuhan pelanggan dari waktu ke waktu.

Ilustrated by blog.xendit.co


Hal ini kerap kali terjadi pada perusahaan pada bidang teknologi dan informasi, jika dari perusahaan tersebut tidak mengembangkan teknologi yang meraka produksi seperti telephon, pesawat dan yang lain-nya maka mereka akan tertinggal jauh dengan kompetitor mereka, dikarenakan mungkin saja kompetitor mereka selalu mengembangkan teknologi yang mereka produksi, sehingga lambat laun perusahaan kompetitor akan jauh lebih diminati oleh pelanggan daripada perusahaan kita.


Apa yang dimaksud dengan pelanggan?


Pelanggan adalah semua bagian masyarakat, baik itu individu maupun sekelompok orang, atau bisa dikatakan sebagai semua elemen masyarakat yang menginginkan pemenuhan kebutuhan mereka terhadap perusahaan untuk memenuhi standar kualitas yang mereka harapkan, dan kesemua hal tersebut sangat dipertimbangkan dan berpengaruh terhadap performa dari perusahaan.


Pengertian dari pelanggan suatu perusahaan adalah individu - individu yang membeli produk yang mereka buat.


Pada lingkup yang lebih luas lagi, banyak para ahli mengemukakan pendapat mereka mengenai pengertian dari pelanggan, sepertihalnya Hoyle, Tjiptono dan Diana mereka berpendapat tentang apa yang dimaksudkan dengan pelanggan.


Pelanggan menurut Hoyle


Dia berpendapat bahwa pelanggan merupakan orang ataupun organisasi yang menerima suatu produk dari organisasi yang lain, bisa dikatakan sebagai langganan ataupun klien, pemakai, pengecer, penerima untuk kegunaan suatu organisasi, serta pembeli.


Pembahasan lanjutan pendapat mengenai pelanggan menurut Hoyle :


Memang pada dasarnya pelanggan merupakan konsumen, sedangkan kita atau perusahaan merupakan produsen barang ataupun jasa. Konsumen dari perusahaan juga termasuk kedalam artian pelanggan dikarenakan memang semua orang ataupun organisasi yang menerima suatu produk adalah pelanggan.


Kesemua pembeli, dari perusahaan, baik itu pemakai, re-seller, atau pembeli akhir yang memakai produk dari perusahaan merupakan seorang pelanggan.


Pelanggan menurut Tjiptono dan Diana


Mereka berpendapat bahwa yang dimaksud dengan pelanggan adalah orang yang berinteraksi dengan perusahaan setelah menghasilkan suatu produk.


Pembahasan lanjutan pendapat mengenai pelanggan menurut Tjiptono dan Diana :


Dalam pendapat ini, yang dimaksud mereka adalah semua orang yang berhubungan langsung  berhubungan dengan perusahaan terlebih ini lebih mengacu terhadap konsumen dari perusahaan, mereka itu yang dimaksudkan oleh Tjiptono dan Diana sebagai pelanggan, baik itu perorangan, maupun organisasi tertentu.


Interaksi seseorang dengan perusahaan biasanya didasarkan untuk mencari sebuah kesepakatan bersama, dimisalkan saja seperti produsen barang ataupun jasa dengan seorang reseller ataupun tengkulak, mereka semua mencari titik akhir berupa kesepakatan yang saling menguntungkan.


Pada pihak produsen mereka bisa menasarkan barang dagangannya kepada reseller ataupun tengkulak, sedangkan tengkulak bisa memasarkan produk yang dibelinya terhadap kelas dibawahnya sepertihalnya toko-toko ataupun langsung dijual pada masyarakat, sehingga keduanya saling menguntungkan satu sama lain, ini yang dimaksudkan oleh Tjiptono dan Diana, yang mana antara produsen dan pihak dibawahnya atau yang nantinya menjadi pelanggan dari produsen tersebut mempunyai hubungan mutualisme atau saling menguntungkan tanpa ada pihak yang dirugikan.


Pembahasan mengenai fokus pelanggan kali ini ditujukan agar pembaca paham secara lebih dalam mengenai bisnis, dan ini ditujukan juga untuk sebagai pengantar untuk pembahasan lain mengenai teknologi, dikarenakan pembahasan mengenai teknologi erat kaitannya dengan managemen bisnis, dan jika pembaca sudah paham mengenai bisnis, nantinya akan lebih mudah lagi untuk memahami perpaduan atau kesinambungan antara bisnis dengan teknologi.