BAHAYA, Inilah Kelemahan OVO, Untung Saja Korban Mengambil Uangnya Senilai Rp 4 Juta Lebih

Advertisement

Advertisement
Sekedar mengingatkan buat rekan-rekan sekalian bahwa salah satu Alat pembayaran yang sekarang digemari, yaitu OVO merupakan sebuat Alat pembayaran yang tidak Aman.

Kenapa Bisa Demikian?

Pada tanggal 30 mei 2019, saya melakukan Top UP sebesar Rp. 5.000.000 Ke akun ovo saya melalui Tokopedia.

Kenapa Lewat Tokopedia? 

Karena kebetulan saldo saya ada direkening BANK BNI yang karena sudah 2x pernah mengalami delay pengisian lewat bank tersebut sampai 2-3 hari baru masuk maka saya putuskan pakai Tokopedia sebagai perantara untuk kelancaran transaksi.

Tak butuh lama seperti biasanya setelah transfer dana saldo sudah masuk ke akun saya sebesar Rp 5.000.000 cuma karena ada kesibukan saya belum memakai dana tersebut.

Awal Kejadian
BAHAYA, Inilah Kelemahan OVO, Untung Saja Korban Mengambil Uangnya Senilai Rp 4 Juta Lebih

Nah, kemudian beberapa menit setelah itu ada SMS masuk ternyata dari OVO yaitu KODE VERIFIKASI (Disini saya tidak curiga karena saya pikir kesalahan system ada SMS masuk karena posisi Aplikasi OVO saya lagi online).

Tiba-tiba,

SMS berikutnya masuk lagi yaitu SECURITY CODE (Kode ini digunakan kalau kita lupa PIN atau PASSWORD akun OVO kita).

Saya pun masih santai karna pikiran saya kalau pun ada yang coba masuk ke akun ovo saya, mereka butuh kode ini sementara saya gak bakal berikan ke siapapun !

Tidak lama kemudian Saya cek aplikasi OVO saya dan mendapati akun saya telah logout automatis.

Nah, disini saya mulai tidak nyaman dan mencoba masuk kembali ke akun ovo saya tersebut, Tiba-tiba pas coba login kode security atau pin SALAH!!!!

Dan karena salah saya pun mencoba mereset pada pilihan dikolom bawah dan setelah reset berhasil.

Alhamdulillah saya bisa login dan mendapati saldo saya tersisa Rp. 4.697.000 dan saya pun cepat-cepat untuk mentransfer semua kesisahan saldo saya dan Alhamdulilah berhasil tapi percobaan login ke akun saya masih ada cuma mungkin setelah melihat saldo tersisa Rp. 4000 Pelaku menghentikan 

Saya cek history ada transferan ke rekening MANDIRi Atas nama FUMECHINA 

Dan saya pun buat laporan ke pihak ovo ..

Sampai beberapa kali email dan hasil Akhir mereka menyampaikan untuk saya:

"Menjaga kode security dan mengatakan Terkait kendala Anda, dengan ini kami informasikan bahwa pihak OVO tidak bertanggungjawab atas kehilangan saldo Anda.

Berdasarkan pengecekan dari history device tidak terjadi login akun OVO pada device lain. Demi keamanan akun OVO Anda, kami sarankan untuk mereset password akun OVO Anda.(kopasan email )

Kesimpulan

kesimpulan saya untuk semua berhati-hati dengan akun OVOnya karena:

  1. Ada 2 kode SMS rahasia (kode verifikasi dan Security code baru ) yang boleh tahu cuma pelanggan (pemilik akun) dan pihak ovo sendiri kenapa bisa pihak ke 3 bisa login?
  2. Pihak ovo tidak menemukan history device lain pada akun saya ini.

    Membuat kita berfikir bisa jadi yang melakukan sabotase orang OVO sendiri (Besar kemungkinan pelaku bisa hapus data).
  3. Ketika HP saya tidak lagi ditangan saya kemudian OVO mengatakan akun saya dipakai orang lain saya mungkin bisa percaya namun HP saya ada ditangan saya pada saat kejadian

#Saran (Dari Bang Andika)

Itulah alasan saya saat ini jarang menggunakan OVO dan lebih percaya menggunakan platform milik BUMN seperti LinkAja untuk berbelanja offline dengan cashless.

Mungkin untuk SMS MASKING sudah banyak kasusnya dan itu memang bisa saja mengatas namakan pihak manapun, namun ketika "Kode Verifikasi" bisa didapatkan oleh third-party disitu ada security flaw yang sangat fatal untuk sekelas OVO.

Analisa Saya

Ini kesalahan developernya OVO, security-nya sangat lemah. mungkin ketika ada yang minta reset password, pelaku penipuan menggunakan SMS Masking untuk meminta kode verifikasi ke masnya. 

Dan ketika pihak OVO memberikan konfirmasi bahwa tidak ada device history lain yang login, pihak OVO Berbohong. 

Jadi teknik ini pure menggunakan SMS Masking saja.

Hati-hati dalam penggunakan data pribadi dan infomasi, jangan mudah memberikan informasi apapun jika kita tidak melakukan kegiatan transaksi.

Sumber Kejadian: bahaya Penggunaan OVO