Pengalaman dari Farid Wajdi Menjadi Salesman (Kalbe Group)

Welcome to the Jungle. 

Saya ingin bilang kayak gitu waktu pertama kali kerja.

Akhirnya setelah sekian lama aku mencari kerja, berjibaku dengan waktu, bergulat dengan cedera hati saya sebagai pengangguran. dan akhirnya...

Aku diterima sebagai Sales distribution.

Aku rasa banyak orang yang yang menghindari diri dari pekerjaan yang satu ini.

Ya seorang sales,

Bagi sebagian orang mungkin sales dan marketing itu merupakan pekerjaan Hina. Bahkan sempet teman kuliah saya bilang "Aku mau kerja dibidang apa saja kecuali jadi Sales".

Dan apa yang yang aku lakukan adalah kebalikanya. Sebulan terakhir, aku hanya mencari lowongan sales dan marketing.

Hampir tiap hari lowongan menjadi sales begitu banyak dan saya apply (menerima) untuk berada di posisinya, Mulai dari industri:

  1. FMCG.
  2. Elektronik.
  3. Oli dan Spare part.
  4. Bahan bangunan semisalnya: Semen, Gipsum dan Cat.
  5. Di bidang Farmasi.
  6. Kendaraan bermotor / Mobil.
  7. Perbankan.
  8. Leasing.
  9. Koperasi.
  10. Dan masih banyak lagi bidang-bidang lain yang berkenaan dengan Sales dan Marketing. 


Dan lowongan tersebut merupakan lowongan yang paling eksis mencari tenaga kerja.

Pengalaman dari Farid Wajdi Menjadi Salesman (Kalbe Group)

Apa itu Sales?

Sales yang merupakan satu-satunya lini penghasil uang bagi perusahaan malah dianggap pekerjaan yang paling diremehkan, tidak sedikit orang yang alergi dengan pekerjaan ini.

Padahal pada kenyataan kebanyakan Leader di berbagai perusahaan baik dari:

  • Supervisor.
  • Manager.
  • Manager regional.
  • Hingga General manager
  • Kebanyakan berasal dari divisi penjualan.

Setelah sebulan lamanya melamar sana-sini, akhirnya gua di terima disalah satu perusahaan distribusi milik dari Kalbe group, Akhirnya apa yang gua inginkan akhirnya terbalaskan.

Cara Kerja Salesman di Kalbe Group

Tapi, jadi sales tidak semudah yang dipikirin, jadi sales itu sudah kayak anak Mapala yang masuk hutan tapi tak bawa apa-apa.

Untuk Job desk-nya sendiri setiap hari gua harus mengunjungi beberapa outlet untuk di cek stok yang tersedia dalam outelt tersebut.

Kalau kosong, ya order, tapi kalau tidak ada yang  kosong saya cukup minta bukti kunjungan. Oh, ya  target seorang sales yang dikasih juga cukup banyak.

Aku bahkan yang tidak tahu apa-apa ditarget sekitar 590 juta, tapi tidak apa-apa toh beberpa produknya memang market leader semisal:

  • Promag.
  • Fatigon.
  • Entrostop dan  bisa dipastikan produknya laku.

Angka yang luar biasakan, entah sampai apa tidak Allahualam (Hanya Allah SWT yang tahu), tapi yang jelas saya menikmati pekerjaan yang sudah seminggu ini berjalan.

Setiap harinya, saya bertemu orang-orang dari berbagai kalangan mulai dari kelontong, grosir, freeland, sampe pemilik perusahaan distribusi lainnya.

Selain orang-orang yang asing, saya juga mengunjungi tempat yang unik mulai dari perumahan, pinggiran jalan, sampai masuk-masuk pasar tradisional yang penuh lumpur, dalam pikiran aku.

Kalau lumpur ini ditanami padi bisa tumbuh kali, ya?
Kita juga harus tahu karakter setiap orang yang dikunjungi apakah ramah, harus dirayu, atau stay cool.

Mungkin karena saya masih baru beberapa cacian sempat saya terima, tapi lupakan karena jumlahnya sangat sedikit bisa dibilang satu berbanding 20 = 1:20.

Yang paling sulit saya rasakan sekarang itu menemukan lokasi kunjungan, sudah berasa ayu ting-ting yang nyanyi dimana-dimana.

Kemana-kemana. ku harus mencari kemana. Hampir tiap hari di jalanan, saya menanyakan alamat ini dimana, alamat itu di mana.

Ya seperti inilah, kalau mau jadi sales harus punya jiwa petualang dan gua ucapakan selamat datang di ptempat petualangan yang baru.

Thanks to: Farid Wajdi