Belajar dari Kisah Teh Celup No. 1 di Indonesia (Sariwangi)

Di akhir pekan yang mulai memasuki musim hujan ini saya akan sedikit bercerita.

Baru-baru ini saya dikagetkan dengan berita bahwa Sariwangi dinyatakan kolaps.

Padahal selama ini tidak terdengar kabar kurang sedap seperti penjualan menurun. Produk juga masih bisa dengan mudah kita temukan.

Belajar dari Kisah Teh Celup No. 1 di Indonesia (Sariwangi) Bangkrut

- Lalu apa masalahnya?

Ternyata masalahnya terletak pada kesalahan prediksi bisnis.

Investasi besar-besaran dilakukan di sektor perkebunan.

Mereka menghabiskan ratusan miliar untuk mengembangkan teknologi irigasi kebun dengan harapan bisa menggenjot target produksi.

Sayangnya semua itu gagal, dan menghasilkan hutang 1 triliun lebih.

Bahkan gaji karyawan pun sering telat dibayar. Padahal dari sisi pemasaran tidak ada kendala yang berarti.

Sebuah masalah pelik bagi Sariwangi yang notabene pelopor teh celup pertama dan terpopuler di Indonesia.

- Belajar dari kisah di atas, ada 2 alasan yang membuat perusahaan kolaps, yaitu:

  1. Strategi pemasaran yang tidak tepat.
  2. Manajemen produksi yang tidak dikelola dengan baik.

Kesalahan manajemen produksi bisa menimbulkan dampak serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Untungnya Sariwangi telah diakusisi Unilever, meskipun dinyatakan pailit Sariwangi masih akan tetap eksis dengan dengan catatan harus mencari pabrik atau supplier lain.

Ketika kita memulai bisnis, semua tidak melulu tentang jualan.

Pemilihan produk dan supplier juga sangat berpengaruh terhadap kelancaran bisnis kita.

Anda sudah menemukan produk dan supplier yang tepat untuk bisnis Anda? Jika belum, beberapa hari lagi saya memberikan jawaban dari pertanyaan ini.

Stay tune!

Sumber: Rico Huang